Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi MP-ASI Berbasis Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Desa Mantingan

Authors

  • Rahmat Gilang Ramadhan UIN Sunan Ampel Surabaya Author
  • Abdul Rofi' Rifqi Barmin UIN Sunan Ampel Surabaya Author
  • Imam Maksum UIN Sunan Ampel Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.64877/pangarsa.v3i1.176

Keywords:

stunting; , nutrition education; , local food; animal protein; community empowerment.

Abstract

Abstrak

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi kronis di Indonesia, dengan prevalensi nasional sebesar 19,8% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, meskipun Kabupaten Ngawi menunjukkan tren penurunan prevalensi dari 14,7% menjadi 11,4% pada periode pelaporan terakhir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai pencegahan stunting melalui edukasi gizi yang menekankan pentingnya gizi seimbang, konsumsi protein hewani, dan pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Kakaktua, Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi dengan sasaran 25 balita (13 laki-laki dan 12 perempuan) beserta ibu atau pengasuhnya. Metode pelaksanaan meliputi seminar edukasi interaktif, diskusi, serta pengenalan inovasi menu bergizi berbasis pangan lokal yang terdiri atas Sayur Bening Jagung, Sate Lilit Ayam Sayur, dan Puding Jagung. Menu tersebut disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, terjangkau, dan mudah diterapkan pada tingkat rumah tangga. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta serta umpan balik kualitatif selama pelaksanaan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya gizi seimbang, konsumsi protein hewani, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif menu bergizi dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis masyarakat yang diintegrasikan dengan inovasi menu pangan lokal berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas keluarga untuk mencegah stunting.

Kata kunci: stunting; edukasi gizi; pangan lokal; protein hewani; pemberdayaan masyarakat.

References

DAFTAR PUSTAKA

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, 8 Oktober). Fornas Gizi 2025: Perkuat sinergi untuk perbaikan status gizi masyarakat Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/forum-nasional-gizi-2025-perkuat-sinergi-untuk-perbaikan-status-gizi-masyarakat-indonesia/

Cahyono, E. T., Astuti, E. P., Sari, P., Sunarsih, T., & Shanti, E. F. A. (2025). Pelatihan manajemen usaha untuk inovasi pangan lokal bergizi. Journal of Innovation in Community Empowerment, 7(2), 107–115. https://doi.org/10.30989/jice.v7i2.1728

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. (2025, 26 Juli). Kampanye remaja anti stunting. https://kesehatan.ngawikab.go.id/2025/07/26/kampanye-remaja-anti-stunting/

Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku resep makanan lokal bayi, balita, dan ibu hamil. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ernawati, E., Puspitawanti, G. I., Adnani, Q. E. S., & Susiarno, H. (2026). Effectiveness of education and supplementary feeding interventions in stunting prevention: A systematic review. Jurnal Ilmiah Global Education, 7(1), 228–242. https://doi.org/10.55681/jige.v7i1.5053

Gaja, F. Z., & Sahrul, S. (2024). Empowering communities to prevent stunting: A study in Sitiris-Tiris Village, Tapanuli Tengah Regency, North Sumatra Province. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 7(2), 176–186. https://doi.org/10.15575/jt.v7i2.37228

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach. McGraw-Hill.

Iswara, N. F., & Syafiq, A. (2024). Pentingnya protein hewani dalam mencegah balita stunting: Systematic review [The importance of animal protein in preventing stunting in toddlers: Systematic review]. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(1), 110–117. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i1.4631

Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. (2025, 6 November). Kegiatan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Pemerintah Kabupaten Ngawi. https://mantingan.ngawikab.go.id/2025/11/kegiatan-dashat-dapur-sehat-atasi-stunting-6-november-2025/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (t.t.). Repository: Aplikasi Repository Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diambil 18 Juli 2026, dari https://repository.kemkes.go.id/book/879

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. https://peraturan.bpk.go.id/Details/119080/permenkes-no-41-tahun-2014

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, 26 Mei). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Kesby, M., Kindon, S. L., & Pain, R. (Eds.). (2007). Participatory action research approaches and methods: Connecting people, participation and place. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203933671

Nur, A., Pantaleon, M. G., Sembiring, A. C., & Loaloka, M. S. (2023). Edukasi gizi seimbang, penilaian status gizi dan pemberian PMT sebagai upaya pencegahan stunting pada anak sekolah dasar di Kabupaten Kupang. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(7), 2816–2825. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i7.10057

Prastia, T. N., Listyandini, R., Nuryana, H., Setiadi, M. A., & Sintani, R. D. (2023). Pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan balita stunting di Desa Ciaruteun Udik [Utilization of local food as an effort to prevent stunting toddlers in Ciaruteun Udik Village]. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 8(5), 736–742. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i5.4286

Ruel, M. T., & Alderman, H. (2013). Nutrition-sensitive interventions and programmes: How can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition? The Lancet, 382(9891), 536–551. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60843-0

Rumayya, R., Wibowo, W., Rahayu, T. P., Akhsani, O., Purnomo, W., Andriana, S., & Ulim, Y. Y. B. (2026). Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal untuk pencegahan stunting di Papua Barat Daya [Community empowerment through local food utilization for stunting prevention in Southwest Papua]. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(5), 1647–1655. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v11i5.11841

septyandwi. (2024, 11 Desember). Pedoman gizi seimbang. Griya Medika Cendekia (GMC) UGM. https://gmc.ugm.ac.id/2024/12/11/pedoman-gizi-seimbang/

Setyawati, V. A. V., & Hartini, E. (2018). Buku ajar dasar ilmu gizi kesehatan masyarakat. Deepublish. https://repository.deepublish.com/publications/588569/buku-ajar-dasar-ilmu-gizi-kesehatan-masyarakat

Supariasa, I. D. N., Arianto, A. N., Alfaini, A. M., & Adelina, R. (2024). Edukasi gizi seimbang dan pemberian makanan tambahan (PMT) memperbaiki asupan protein, seng, berat badan, dan tinggi badan anak stunting di Kabupaten Malang. Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya, 8(2), 81–94. https://doi.org/10.21580/ns.2024.8.2.16588

Syafira, T., Novianti, F., Susanti, E. D., & Suwarni, L. (2023). Penyuluhan pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dalam olahan MP-ASI pada generasi Z. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 5(4), 721–728. https://doi.org/10.36312/sasambo.v5i4.1487

Tim KKN 02 UINSA. (2026). Brosur edukasi pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan inovasi MP-ASI berbasis pangan lokal, Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

United Nations Children's Fund. (t.t.). Height-for-age. UNICEF Data. Diambil 17 Juli 2026, dari https://data.unicef.org/indicator-profiles/NT_ANT_HAZ_NE2/

Wang, X., & Pan, T. (2016). Stress response and adaptation mediated by amino acid misincorporation during protein synthesis. Advances in Nutrition, 7(4), 773S–779S. https://doi.org/10.3945/an.115.010991

World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864

Downloads

Published

2026-06-30