ANALISIS PEMIKIRAN TOKOH ISLAM TENTANG KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS AKHLAK
DOI:
https://doi.org/10.64877/almadjid.v2i1.47Abstract
Pendidikan berbasis akhlak merupakan salah satu pilar utama dalam tradisi keilmuan Islam yang menempatkan pembentukan karakter sebagai tujuan esensial dari proses pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran para tokoh Islam klasik dan modern terkait konsep pendidikan berbasis akhlak serta mengevaluasi relevansinya dalam konteks pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap karya-karya Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Ibnu Sina, dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, yang dikenal sebagai pemikir penting dalam perkembangan gagasan pendidikan akhlak. Hasil kajian menunjukkan adanya keselarasan pandangan di antara keempat tokoh tersebut mengenai pentingnya sinergi antara aspek spiritual, intelektual, dan moral sebagai inti dalam pembentukan karakter peserta didik. Al-Ghazali menitikberatkan pada proses tazkiyatun nafs sebagai landasan pengembangan akhlak, sementara Ibn Miskawaih menyumbang gagasan melalui teori keseimbangan jiwa. Ibnu Sina menyoroti peranan lingkungan dan keteladanan pendidik dalam membangun karakter anak didik, sedangkan al-Attas menggarisbawahi pentingnya konsep adab sebagai elemen fundamental dalam struktur pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan berbasis akhlak yang digagas para pemikir tersebut tetap memiliki daya relevansi untuk menghadapi tantangan pendidikan modern, khususnya dalam upaya memperkuat pendidikan karakter, mencegah kemerosotan moral, dan membangun pendekatan pembelajaran yang holistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang menjadikan akhlak sebagai pusat dari proses pendidikan secara menyeluruh.

